Pertemuan Evaluasi E-Logistik Tingkat Kota Kupang Featured

Ditulis Oleh | Jumat, 03 Agustus 2018 14:16 | Dibaca : 90 Kali | Terakhir Diperbaharui : Jumat, 03 Agustus 2018 14:30
Pertemuan Evaluasi E-Logistik Pertemuan Evaluasi E-Logistik IFK

     Sirkulasi pengelolaan obat tentunya tidak saja langsung bermuara pada pasien tanpa adanya proses. Sebagai sebuah instansi, Instalasi Farmasi Kota Kupang bertanggung jawab dalam proses penerimaan obat sampai pada pendistribusian dan akhirnya dapat dikonsumsi oleh pasien.


Beberapa permasalahan yang sering terjadi di unit pelayanan kesehatan adalah keterbatasan ketersediaan obat. Entah karena stok obatnya habis atau karena lamanya proses pendistribusian obat. Apalagi permintaan pasien akan obat semakin hari semakin meningkat karena kasus penyakit tertentu. Menanggulangi permasalahan di atas, telah dibuat sebuah aplikasi dalam memudahkan proses pengelolaan obat yakni e-Logistik. Aplikasi ini mempermudah proses siklus pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) melalui beberapa tahapan pengelolaan obat di tingkat Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota yaitu Seleksi, Perencanaan, Pengadaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Monitoring dan Evaluasi.

     Selama 2 hari tertanggal 30-31 Juli 2018 dan bertempat di hotel Naka, Instalasi Farmasi berinisiatif membuat evaluasi atas penerapan aplikasi e-logistik ini. Memang e-logistik ini telah berjalan di setiap unit pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas-puskesmas, tetapi ada baiknya jika apa yang telah dibuat perlu dilihat kembali agar menjadi penilaian bersama dan sumber pembelajaran. Kegiatan yang dihadiri oleh para peserta sebanyak 60 orang, baik dari unsur Dinas Kesehatan dan Puskesmas memberikan kesan tersendiri. Bagaimana tidak? sebab bersama 4 narasumber, kami membahas tentang hasil kerja yang sudah dilakukan bersama selama ini berkaitan dengan implentasi Formularium Obat Nasional dalam upaya penimgkatan ketersediaan dan keterajangkauan obat dalam era JKN dan impelmentasi E-Catalog obat tahun 2018 dengan berbagai kendala dan pada akhirnya mendapatkan kata sepakat untuk melakukan pembelanjaan obat melalui dana kapitasi untuk mengatasi kekosongan beberapa jenis obat tertentu di Puskesmas sambil menunggu proses pengadaan obat melalui e-catalog.

     Ada ungkapan Latin yang mengatakan “Coniecturalem Artem Esse Medicinam” yang berarti pengobatan adalah seni menembak. Jika pelurunya salah maka sasarannya juga salah. Jika obatnya salah maka pasienpun akan menderita. Maka, bersyukurlah dengan evaluasi ini membuat kami para ‘sniper’ untuk mampu membidik sasaran (pasien) kami, semakin tepat sasaran dengan pengobatan dan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat.(Ursula)

 

 

 

Jhon Kobun

 Web Administrator -  Staf Instalasi Farmasi - Dinas Kesehatan Kota Kupang

ifk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.