Mengenal Valsartan, Bahan Obat Hipertensi yang Ditarik BPOM Featured

Ditulis Oleh | Kamis, 26 Juli 2018 07:11 | Dibaca : 63 Kali | Terakhir Diperbaharui : Kamis, 26 Juli 2018 07:17
Foto : Ilustrasi Foto : Ilustrasi https://pixabay.com

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menarik obat antihipertensi (darah tinggi) dan gagal jantung yang mengandung bahan aktif valsartan.


Kandungan bahan aktif valsartan dalam obat antihipertensi atau penurun tekanan darah tinggi ini dianggap berbahaya dan berpotensi menyebabkan kanker.

"Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku valsartan produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China," tulis BPOM dalam keterangan di laman resminya.

"Produk Valsartan yang tidak menggunakan bahan baku dari produsen tersebut di atas, masih dapat dikonsumsi oleh masyarakat."

Valsartan adalah obat keras atau obat yang harus dikonsumsi dengan resep dokter. Obat ini digunakan untuk pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dikonsumsi tunggal maupun kombinasi dengan obat antihipertensi lainnya.

"Valsartan indikasikan untuk mengurangi risiko komplikasi stroke dan serangan jantung. Selain itu juga digunakan pada penderita gagal jantung atau yang baru mengalami serangan jantung," tulis BPOM.

Mengutip berbagai sumber, valsartan sendiri tergolong dalam obat angiotensin reseptor blockers (ARBs). Obat ini akan bekerja dengan cara menenangkan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah.

Obat antihipertensi dengan bahan baku valsartan buatan pabrik China ini juga sudah ditarik di beberapa negara di Uni Eropa menemukan adanya pengotor Nitrosodimethylamine (NDMA).

Nitrosodimethylamine sendiri bersifat racun, khususnya untuk liver manusia. Senyawa kimia ini dikenal juga sebagai karsinogen manusia.

Dalam dosis tinggi yang diujikan pada tikus laboratorium, NDMA merupakan hepatotoksin yang potensial dan bisa menyebabkan fibrosis di liver. Timbulnya tumor pada liver setelah paparan kronis sampai dosis rendah juga muncul dalam penelitian tersebut.

Hanya saja penarikan obat antihipertensi ini hanya dilakukan terhadap obat antihipertensi yang mengandung valsartan produksi pabrik China tersebut.

 

(Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180724122335-255-316537/mengenal-valsartan-bahan-obat-hipertensi-yang-ditarik-bpom)

Jhon Kobun

 Web Administrator -  Staf Instalasi Farmasi - Dinas Kesehatan Kota Kupang

ifk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.